azrina ghania

Catatan penggemar nasi goreng dan kaito kid yang susah berkata-kata dan susah nulis.


Leave a comment

Kuliah di Prancis, Belanda, atau Jerman

Fadhilah Muslim

23 Agustus 2013

Musim panas yang mewarnai bumi eropa sejak dua bulan yang lalu ini mengingatkan aku akan rindunya tanah air Indonesia. Berbicara tentang musim panas, berbicara tentang liburan musim panas. Berbicara tentang liburan, meninggalkan kota Paris dengan segala kehectikannya sudah tentu menjadi pilihan saya.

Tapi saya disini bukanlah akan bicara tentang indahnya bumi eropa dengan segala jenis tempat touristik yang menarik.
Disini saya coba menganalisis sedikit perbedaan antara kuliah di Prancis, belanda, dan jerman, yang secara persentase jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di negara-negara ini jumlahnya cukup bersaing dan mendominasi di eropa, setelah UK tentunya.

Paris, Prancis…
Ini kota dimana saya sekarang sedang melanjutkan kuliah master tahun kedua.
Secara kasat mata, Paris itu terkenal dengan biaya hidup yang mahal. Yaaa, memang benar, tidak bisa dipungkiri bahwa memang begitulah kenyataannya. Disini biaya sewa appartemen untuk tiap bulannya di residence crous (residence mahasiswa : public), berkisar antara 450 – 600 euros…

View original post 710 more words

Advertisements


Leave a comment

Aku Bukan Penulis (Bagian 1)

Hamparan kursi berkumpul empat-empat mengelilingi meja bundar. Tak kusangka aku akan berada di kondisi ini. Duduk di kafe di pusat kota. Hmm.. sebut saja kedai susu. Kursi depan dan samping kiri kubiarkan kosong. Kursi sebelah kanan telah terisi, tas dengan sejumlah perlengkapan. Aku masih memandangi layar komputer portable program pengolah kata. Tampak seseorang menghampiriku, berkaos merah dan celana hitam. Aku tidak sendiri, ada susu kambing gula jawa dan roti maryam yang baru saja sampai.

 

Harus sadar ini bukan di kota sayangku, ini di daerah. Pertokoan dan tempat makan di sini tidak seperti di kota besar. Jauh dari konsumerisme. Bapak yang sudah lelah menggarap sawah pulang untuk makan siang. Anak-anak sepulang sekolah juga tak sabar untuk menyantap masakan ibu di rumah. Uang saku setiap hari hanya cukup untuk ongkos berangkat dan pulang naik angkutan menuju sekolah. Akibatnya, usaha makanan cepat saji ataupun restoran kurang berkembang.

 

“Ayo fokus!” kataku sambil menggenggam tangan

Aku bukan penulis, tapi aku ingin menulis…
Menuliskan sebuah harapanku di masa mendatang.

Selamat menyambut masa depan.

 

Dering ponsel terdengar, pertanda pesan masuk.

 

Anakku,

kalau ibu mengingatmu,

perasaan bersalah selalu menyelimutiku

Maafkan ibu

Yakinlah hari esok akan menantimu

Semoga sukses anakku

Ibu selalu mendoakanmu.

 

Air mata deras mengalir. Mengingatkanku pada sebuah peristiwa. Memori yang masih jelas dan belum bisa aku akhiri.

(bersambung…)


Leave a comment

GERBANG ITU BERNAMA ‘PERNIKAHAN’

Usia sudah lebih dari dua dekade. Gelar sarjana pun telah ditamatkan. Selayaknya wanita pada umumnya menginginkan sebuah peristiwa penting dalam hidupnya. Bukan bermaksud galau, namun ada kekhawatiran tersendiri ketika banyak menerima secarik kertas bertuliskan UNDANGAN PERNIKAHAN. Orang tua juga sudah mulai intensif menanyakan perihal masa depan anak perempuannya ini. Maklum, yang dikhawatirkan belum pernah menampilkan sosok lelaki yang akan menjemputnya. 😛

Bingung juga, bagaimana cara menemukan jodoh. Jodoh itu misteri, datangnya tak diduga dan entah siapa. Semoga salah satu target resolusi 2014 ini terwujud, aamiin… (curcol dikit)

Oke, kembali ke leptop. Bagi Az (perempuan) :

Pernikahan merupakan peralihan dari single menjadi couple (yaiyalah…)

Biasa mandiri, kemana saja sendiri berganti menjadi ada yang mendampingi ^ ^. Biasa tidur sendiri ditemani tivi, nantinya bersama suami. Biasa makan sendiri, setelah menikah harus berbagi. Yaaa itu baru sebagian kecil dari tugas rumah tangga, lainnya cari sendiri yaa..

 

Pernikahan merupakan peralihan peran dari anak menjadi orang tua

Sebelum menikah jadi tanggungan orang tua. Berbagai macam kebutuhan seperti materi, kasih sayang semua dipenuhi oleh ayah ibu kita. Kini saatnya kita yang harus membagi waktu, kasih sayang maupun perhatian jangan sampai terlupakan. Hadirnya buah cinta menuntut pendidikan yang baik dan benar agar nantinya anak tumbuh dengan perilaku dan pola pikir yang baik. Sukses membesarkan anak dengan prestasi dan kepribadian yang baik (soleh).

 

Pernikahan adalah gudang amal

Pernikahan merupakan pintu pembuka gudang amal. Bagi para ibu tak kalah perjuangannya yaitu hamil, melahirkan, membesarkan dan merawat anak menjadikannya pundi-pundi amal.

Demikian pendapat Az tentang pernikahan, semoga saya dan pembaca sekalian segera menemukan patner hidup masing-masing bagi yang belum menemukan jodohnya.


Leave a comment

KEEP BLOGGING, SAVE EARTH

Lagi asyik-asyiknya nyupir alias nyuci piring (red: bukan babu) tiba-tiba berasa pengen nulis. Az merasa bersalah udah nggantungin Az’s blog hehe… Nge-blog dari sejak 2008 tapi akunnya hangus mulu T.T (Maafin Baim ya Allah).

Udah berapa banyak blog yang terbengkalai karna ditinggal pemiliknya.

Udah berapa banyak tulisan tulisan yang tidak ada tindak lanjutnya.

Kalau dibiarkan lama-lama akan menumpuk dan bisa menyumbat aliran darah. Kalau kejadian ini tidak ada tindak lanjutnya bisa-bisa banjir bandang… (ngaco hohoho)

Semboyan yang saya canangkan yaitu save earth dengan terus berkarya dengan tulisan-tulisan bermanfaat untuk saling berbagi. Selain itu, blogging merupakan program resolusi 2014 saya (berasa caleg yang lagi kampanye aja).

Keep blogging.. ^ ^